Profesor Dong Tak Mau Dianggap Jika Muridnya Tak Sukses!

 Perilaku seorang profesor di China menimbulkan perdebatan. Pasalnya, profesor bernama Dong Fan ini membuat pernyataan kontroversial melalui microblog populer di China, Sina.
 
Direktur Pusat Penelitian Real Estate di Beijing Normal University ini memperingatkan mahasiswanya agar tidak mengunjunginya atau menyebutkan Dong sebagai mentor, jika mereka tidak memiliki pendapatan 40 juta yuan atau setara dengan Rp52 miliar (Rp1.324 per yuan) di usia 40 tahun.
 
”Kemiskinan bagi mereka yang mempunyai gelar pendidikan tinggi berarti rasa malu dan kegagalan,” tulis Dong di akun microblog-nya. Pernyataan Dong menarik perhatian ribuan netizen dan memicu diskusi panas tentang menjadi hamba uang dalam sistem pendidikan China.

Sebuah survei yang dihelat Ifeng.com atas pernyataan Dong menunjukkan, lebih dari 78,8 persen dari 124.882 responden menyatakan tidak akan mempertimbangkan hidup mereka masuk kategori gagal jika tidak mendapatkan 40 juta yuan.

 
Sementara 44 persen tidak melihat kekayaan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan dan 26 persen benar-benar tidak setuju dengan pernyataan Dong. Meski memicu kontroversi, pernyataan Dong dipandang positif oleh sejumlah pihak.
 
“Ini memang kejam tapi nyata. Apa gunanya pendidikan tinggi jika tidak mampu menciptakan kekayaan dan mencari uang untuk orang yang Anda cintai?” tulis seorang netizen. Netizen lainnya yang bernama “Chaney” bertanya, “Apa salahnya mendorong orang untuk membuat keberuntungan?” seperti dikutip dari Xinhua, Senin (11/4/2011).
 
Menurut catatan situs pencarian kerja yang populer di China, Zhaopin, rata-rata pendapatan bulanan lulusan sarjana di Cina adalah 2.321 yuan atau setara dengan Rp3 juta. Lulusan pascasarjana menerima penghasilan rata-rata 3.254 yuan atau setara dengan Rp4,3 juta per bulan pada 2010.

Survei terpisah yang dilakukan atas 5.866 perusahaan, yang juga dilakukan Zhaopin menunjukkan, orang yang bekerja di real estate mendapat pendapatan tahunan rata-rata 66.700 yuan atau setara dengan Rp88.3 juta. Bekerja di bidang real estate merupakan profesi dengan bayaran tertinggi kedua.


Menanggapi keraguan dan kritik atas dirinya, Dong mengklarifikasi pernyataan yang menuai kontroversi. Menurutnya, tulisan itu merupakan alat untuk “menggoda” agar mahasiswanya mau bekerja keras saat memasuki dunia bisnis. Dan yang terpenting, pesan ini tidak berlaku untuk semua pekerjaan.

 
“Empat puluh juta yuan tidak akan menjadi standar yang tinggi untuk seorang manajer senior atau pemilik dengan gelar pascasarjana saat mahasiswa saya menjadi 40 tahun,” tulis Dong sambil menambahkan pernyataannya adalah tentang uang dan investasi di bidang real estate, bukan tentang moralitas.


0 Response to "Profesor Dong Tak Mau Dianggap Jika Muridnya Tak Sukses!"

Post a Comment