Kepribadian Anak: Psikologi Kepribadian Gordon Alfort Menurut Teori Alwisol dan Sumardi Suryabrata
A).Persamaan Psikologi Kepribadian Gordon Alfort menurut teori Alwisol dan Sumardi suryabrata.
Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisik individi yang menentukan penyesuainnya yang unik dengan lingkungannya. Suatu fenomena dinamik yang memiliki elemen psikologik dan fisiologik, yang berkembang dan berubah, yang memainkan peran aktif dalam berfungsinya individu.

B).Allport membedakan antara trait umum dengan trait individual:

1.Traits Umum
Sifat-sifat yang dimiliki bersama oleh banyak orang, dipakai untuk membandingkan orang dari latar budsys berbeda. Sekelompok orang lebih suka terbuka atau lebih sopan dibanding kelompok lain. Asumsi yang mendasari trait ini adalah persamaan evolusi dan pengaruh sosial.

2.Traits Individual
Merupakan manifestasi trait umum pada diri seseorang, sehingga selalu unik bagi orang itu, konstruk neuropsikik yang membimbing, mengarahkan, dan memotivasi tingkah laku penyesuaian yang khas. Sifat unik itu merupakan gambaran yang tepat dari struktur kepribadian seseorang.

C). Perbedaan
Unsur kepribadian
Dalam buku Sumadi Suryabrata terdapat lima unsur kepribadian yakni:
1. Pernyataan “organisas dinamis” menekankan bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan berubah walupun dalam pada itu ada organisasi system yang mengikat dan menghubungkan berbagai komponen daripada kepribadian.
2. Istilah “psikofisis” menunjukkan bahwa kepribadian bukanlah eksklusif (semata-mata) mental dan bukan pula semata-mata neural. Organisasi kepribadian melingkupi kerja tubuh dan jiwa (tak terpisah-pisah) dalam kesatuan kepribadian.
3. Istilah “menentukan” menunjukkan bahwa kepribadian mengandung tendens-tendens determinasi yang memainkan peranan aktif dalam tingkah laku individu. Kepribadian terletak dibelakang perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu (Personality is something and does something).
4. Satu unsur lagi yang penting ialah kata khas (unik, unique) yang menunjuk tekanan utama yang diberikan oleh Allport pada individualitas. Tidak ada dua orang yang benar-benar sama dalam caranya menyesuaikan diri terhadap lingkungan, maka tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama.
5. Dengan menyatakan “menyesuaikan diri terhadap lingkungan” Allport menunjukan keyakinannya, bahwa kepribadian mengantarai individu dengan lingkungan fisis dan lingkungan psikologisnya, kadang-kadang menguasainya. Jadi kepribadian adalah sesuatu yang mempunyai fungsi atau arti adaptasi dan menentukan.

KEUNIKAN KEPRIBADIAN dalam buku Alwisal
Gordon Allport


Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisik individu yang menentukan penyesuaiannya yang unik dengan lingkungannya. Suatu fenomena dinamika yang dimiliki elemen psikologik dan fisiologik yang berkembang dan berubah, yang memainkan peran aktif dalam berfungsinya individu. Devinisi kepribadian ini memiliki 3 unsur pokok:
1. Istilah dynamic organization dipakai merangkum dua penertian ; kepribadian terus menerus berkembang dan brubah, dan di dalam diri individu ada pusat organisasi yang mewadahi semua komponen kepribadian – menghubungkan satu dengan yang lainnya.
2. Istilah psychophysical systems menyiratkan bahwa kepribadian bukan hanya konstruk hipotetik (yang dibuat oleh pengamat) tetapi merupakan fenomnena nyata yang merangkum elemen mental dan neutal, disatukan ke dalam unitas kepribadian.
3. Istilah determine mempertegas kembali bahwa kepribadian adalah sesuatu dan mengerjakan sesuatu, bukan sekedar konsep yang menjelaskan tingkahlaku orang tetapi bagian dari individu yang berperan aktif dalam tingkahlaku orang lain.
Allport juga mempertimbangkan untuk tidak memakai istilah karakter dan tempramen sebagai sininim personaliti. Menurutnya, character mengesankan sesuatu aturan tingkahlaku dengan mana atau orang atau perbuatannya akan dinilai: orang sering digambarkan memiliki character yang baik atau jelek. Karakter berseberangan dengan kepribadian yang menggambarkan diskripsi tingkah laku yang bebas dari penilaian (“karakter adalah kepribadian yang menilai, dan kepribadian adalah karakter yang tidak menilai”). Temperament mengacu ke disposisi yang berkait erat dengan determinan biologik atau fisiologik. Jadi, hereditas memainkan peran penting dalam temperamen, sebagai bahan baku bersama-sama kecerdasan dan fisik membentuk kepribadian.

Struktur kepribadian
Struktur kepribadian dalam buku Sumadi Suryabrata:
1. Kepribadian Watak dan Temperamen
 Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
 Watak (karakter)
Kata watak menunjukkan arti normatif. Dia menyatakan bahwa character is personality evaluated and personality is character is devaluated.
 Temperamen adalah disposisi yang sangat erat hubungannya factor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sedikit sekali mengalami modifikasi di dalam perkembangan.
2. Sifat (Trait)
Sifat adalah system neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresi secara sama.
Perbedaan sifat dengan beberapa pengertian yang lain:
o Kebiasaan (habit)
Sifat dan kebiasaan kedua-duanya adalah tendens determinasi, akan tetapi sifat itu lebih umum, baik dalam situasi yang dicocokinya maupun dalam response yang terjelma darinya.
o Sikap (attitude)
Sikap itu berhubungan dengan suatu objek sedangkan sifat tidak. Sifat itu hampir selalu lebih luas daripada sikap. Sikap dapat berbeda-beda dari yang lebih khusus ke yang lebih umum, tetapi kalau sifat selalu umum. Sikap biasanya memberikan penilaian (menerima atau menolak) terhadap obyek yang dihadapi sedangkan sifat tidak.
o Tipe
menurut Allport orang dapat memiliki suatu sifat tetapi tidak dapat memiliki suatu tipe. Tipe menunjukkan perbedaan-perbedaan buatan yang tak begitu cocok dengan kenyataan, sedangkan sifat adalah refleksi sebenarnya daripada yang benar-benar ada.
3. Proprium
Allport mengemukakan hendaknya semua fungsi self atau ego itu disebut fungsi proprium daripada kepribadian. Proprium itu tidak dibawa sejak lahir tetapi berkembang didalam perkembangan individu.
4. Otonomi fungsional (Functional Autonomy)
Allport menyebutkan bahwa individu itu menjangkau ke masa depan dan bahwa tujuan-tujuannya merupakan factor yang menentukan yang penting bagi tingkah lakunya kini. Tetapi dalam pada itu dinyatakan pula sifat-sifat itu dipelajari, jadi sifat-sifat itu timbul di dalam memainkan peranan penting dalam menentukan apakah yang akan dikerjakan kini.

STRUKTUR KEPRIBADIAN

SIFAT (TRAIT)
Trait adalah predisposisi untuk merespon secara sama kelompok stimuli yang mirip, suatu struktur neuropsikik yang memiliki kemampuan untuk mrnjadikan banyak stimulasi berfungsi ekuivalen, dan memulai serta membimbing bentuk-bentuk tingkah laku yang adaptif dan ekspresif. Jadi trait sebagai stuktur neuropsikik membimbing orang untuk bertingkahlaku yang konsisten lintas waktu dan tempat, merespon secara sama kelompok stimulasi yang mirip. Allport menjelaskan sifat-sifat yang terpenting dari trait, sebagai berikut:
a) Nyata:trait itu bukan konsep abstrak tetapi obyek nyata yakni struktur neuropsikis. Suatu hari nanti, neurofisiologi akan dapat menjelaskan (misalnya pada trait takut, agresuf, kejujuran, introversi, ekstraversi) bagaimana berlangsungnya proses integrasi, penjembatanan, dan tahap urutan yang berhubungan dengan konstruk hipotetik kita sekarang ini.
b) Membuat banyak stimulasi berfungsi ekuivalen: mengandung pengertian bahwa trait itu telah menetapkan orang untuk memandang berbagai stimulasi memiliki makna yang sama dan merespon stimulasi itu dengan tingkah laku yang mirip.
c) Mengubah/ menentukan tingkah laku: trait muncul bukan hanya kalau ada stimulus yang sesuai. Tebaga dorongnya bervareasi, traits yang kuat memilih kekuatan motif untuk menggerakkan tingkah laku, mendorong orang mencari stimulasi yang sesui sehingga dapat menampung ekspresi trait itu. Trait yang lemah hanya berperan membimbing tingkah laku yang sudah siap untuk bergerak.
d) Empirik: trait dapat disimpulkan melalui berbagai pembuktian empirik. Pertama, trait disimpulkan dari terjadinya tingkah laku berulang yang mempunyai makna yang sama, mengikuti rentangan stimulasi tertentu yang memiliki makna personal yang sama. Kedua trait disimpulkan berdasarkan keajegan tingkahlaku. Namun keajegan ini tidak mutlak karena trait bisa disimpulkan dari kesatuan keselarasan yang lembut dari berbagai manifestasi tingkah laku individu. Ketiga, trait disimpulkan dari jawaban atau kegiatan merespon stimulasi kuesioner.
e) Kemandirian yang relatif: trait dapat dikenali bukan karena kemandiriannya yang kaku, tetapi dari kecenderungannya di seputar operasi pengaruhnya. Tingkahlaku dari suatu trait tertentu dipengaruhi oleh trait yang lain, saling tumpang tindih- tanpa batas yang jelas.
TRAIT – HABIT – ATITUD
Allport secara cermat membedakan penggunaan istilah trait-attitude-habit-type yang dalam kehidupan sehari-hari dianggap sinonim. Trait, attitude, dan habitt semua predisposisi, mereka bisa unik, mereka semua produk faktor genetik dan belajar, dan masing-masing mungkin mengawali atau membimbing tingkah laku. Type bisa dianggap sebagai super-ordinansi dari ketiga konsep lainnya.
a) Sifat (Trait) adalah predisposisi untuk merespon secara sama kelompok stimulasi yang mirip, penentukecen derungan yang bersifat umum; dapat dipakai dalam lebih banyak stimulasi, dan memunculkan lebih banyak vareasi respon. Trait merupakan kombinasi atau taraf umum dari habit atau lebih.
b) Kebiasaan (Habit) seperti traits tetapi sebagai penentu kecenderungan habit bersifat khusus, hanya dipakai untuk merespon satu situasi atau stimulus dan pengulangan dari situasi atau stimulus itu.
c) Sikap (Attitude) lebih umum dibanding habit tetapi kurang umum dibanding trait. Attitude terentang dari yang sangat spesifik sampai yang sangat umum, sedangkan trait selalku umum. Attitude berbeda dengan habit dan trait dalam hal sifatnya yang evaluatir. Misalnya, sikap pria terhadap persamaan hak antara pria dan wanita mungkin positif (menyetujui persamaan hak) atau negatif (tidk setuju mengabaikan bahkan menghalangi perasaan hak).
d) Tipe (Type) adalah kategori nomotetik, dan konsep yang jauh lebih luas dibanding tiga konsep diatas. Sebagai suatu kategori, tipe akan mengelompokkan manusia menjadi beberapa jenis atau model tingkah laku. Tipe merangkum ketiga konsep yang lain, menggambarkan kombinasi trait-habit-atitud yang secara teoritik dapat ditemui dalam diri seseorang. Namun manakala kita menganalisis individu dalam hal tipenya, kita kehilangan pengamatan mengenai sifat keunikannya. Karena tidak ada orang yang cocok dengan tipe secara sempurna, tipe menjadi pembeda artifisial yang mengaburkan realita.
2) TRAIT DAN KONSISTENSI PRIBADI
Allport (kerja sama Odberg) mengumpulkan hampir 18.000 kata, umumnya kata sifat dalam bahasa inggris yang bermakna trait , tidak termasuk kata-kata majemuk yang menggabungkan beberapa sifat, seperti pecint-sejati atau haus- kasih sayang. Kalau kata-kata yang maknanya berdekatan , kata yang maknanya hanya sementara, dan kata yang sangat evaluatif (misalkan terhormat, menjijikkan) dibuang, akan tertinggal sekitar 5000 kata yang benar-benar menggambarkan karakteristik seseoprang. Kalau gambaran trait seseorang merupakan kombinasi dari 10 dari 5000 kata itu, variasi sifat manusia menjadi tidak terbatas.









PERBANDINGAN PENGERTIAN TRAIT-ATITUD-HABIT-TIPE

Sifat yang dimiliki bersama Trait-atitud-habit Fokus Generalitas Penilaian Contoh

Prodisposisi Trait Aspek dari seft Sangat Umum Agak Evaluatif Sosiabilitas

Produk Faktor genetik dan lingkungan Atitud Tersebar di Lingkungan Agak Umum Sangat Evaluatif Senang/Tidak Senang

Mengawali/Mengarahkan tingkah laku Habit Respon tertentu untuk stimulus tertentu Kurang Umun Kurang Evaluatif Bersalaman

Unik
Type Nomotetik Sangat Umum Kurang Evaluatif Introversi

Trait dimiliki seseorang melalui kerjasama antara aspek-aspek keturunan dengan aspek lingkungan-belajar. Ketika suatu trait sudah menjadi bagian dari kepribadian seseorang, maka traits itu akan menjadi penentu modal respon terhadap stimulus yang mirip. Trait membuat tingkahlaku orang menjadi konsisten, karenamemakai pola sesuai dengan trait yang dimilikinya.
PROPRIUM (PROPRIUS [LATIN] = MILIK)
Proprium adalah aspek kepribadian yang teoritis lain memberi nama self atau ego, istilah yang Allport tidak mau memakainya, karena keduannya sudah diberi makna yang bermacam-macam oleh banyak teoritisi. Proprium adalah suatu yang mengenainya kita segera sadar, sesuatu yang kita fikirkan sebagai bagian yang hangat, sentral, dan privat dan kehidupan kita, sehingga menjadi inti dari kehidupan.
Ada delapan aspek proprium yang kemudian berkembang bertahap mulai bayi sampai dewasa sebagai berikut:
Usia 0-3 tahun, berkembang 3 aspek proprium:
1. Aspek diri fisik; muncul kesadaran tentang fisik, “ini tanganku, ini jariku” yang tampak dari usaha untuk memanipulasi secara sengaja.
2. Aspek identitas diri yang berkesinambungan; anak menyadari bahwa dirinya tetap orang yang sama walaupun terus berubah berkembang. Ditandai dengan mengenal “nama diri” sebagai identitas utama.
3. Aspek bangga diri;mengembangkan perasaan bangga dengan kemampuan diri sendiri. Anak berjuang menjadi awal atau penyebab dari sesuatu, permintaan membangun (atau merusak), eksplorasi terhadap lingkungan.
Usia 4-6 tahun muncul dua aspek proprium:
1. Aspek perluasan diri, nak mulai menyadari keberadaan objek dan orang lain dan mengidentifikasi obyek-obyek yang menjadi bagian milik mereka. Anak mulai berbicara dengan “mainanku, ayahlu, sekolahku”.
2. Aspek gambarean diri; mencakup pandangan aktual dan ideal mengenai diri sendiri, bagaimana anak memandang diri sendiri dan harapannya mengenai bagaimana seharusnya dirinya. Pandangan aktual dan ideal ini berkembangan melalui interaksi dengan orang tuanya, yang membuat anak menjadi dasar mengenai apa yang menjadi harapannya dan tingkahlaku yang memenuhi harapan dan memberi keputusan (atau tidak memenuhi harapan sehingga tidak memberi keputusan).
Usia 6-12 Tahun
Aspek penguasaan rasional, muncul sesudah anak menyadari dia memiliki kemampuan berfikir rasional yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Anak menyadari dirinya dapat menangani masalah secara rasional dan logis.
Usia Remaja
Aspek berusaha memiliki;yang mencakup tujuan jangka panjang .Ini menjadi tahap akhir, yakni kesadaran eksistensi diri dalam tujuan atau pencapaian jangka panjang.Pandangannya mengarah ke masa depan, dan untuk itu dia menyusun rencana-rencana. Menurut Allport, baru ketika orang dapat membuat rencana jangka panjang, bangunan self menjadi lengkap.
Usia Dewasa
Diri sebagai si tahu;Totalitas dari semua 7 aspek yang terdahulu, kesadaran tentang diri sendiri.
Self bukan bagian yang terpisah dari kepribadian, bukan inti atau pusat yang kemudia mengatur, mengorganisir, dan menjalankan sistem kepribadian.Self bukan kepribadian dalam kepribadian, tau homunculus (manusia kecil di dalam dada sebagai inti manusia) yang tidak dapat dipelajari.
MOTIVASI
Dua ciri teori motivasi dari Allport adalah penolakannya terhadap masa lalu sebagai elemen penting motivasi dan pandangnnya yang kuat mengenai pentinnya proses kognitif seperti tujuan (intention) dan rencana (planning) dari motivasi orang dewasa. Manusia pertama-tama adalah makhluk sadar dan rasional, yang berbuat bedasarkan apa yang diharapkannya dapat dicapainya, bukan berdasarkan keinginan primitif atau berdasarkan limbah pengalaman traumatik masa lalu. Indikator terbaik tentang apa yang akan dilakukan orang sewkarang dan masa yang akan datang adalah intensi orang itu. Motif primitif mungkin berlaku pada bayi, namun sesudah dewasa terjadi perubahan. Motif yang membimbing tingkah laku dewasa berbeda total dengan motif yang membimbing tingkah laku bayi.
OTONOMI FUNGSIONAL
Otonomi fungsional memandang motif-motif orang dewasa beraneka ragam , mandiri sebagai sistem konteporer, berkembang dari sistem anteseden tetapi secara fungsional tidak tergantung kepada sistem itu. Suatu aktivitas atau tingkah laku mungkin menjadi akhir atau tujuan dari tingkah laku itu sendir, walaupun mula-mula terikat dengan alasan lain. Menurut Allport, ada dua tingkat otonomi fungsional:
1. Otonomi fungsional terbiasa
Seperti adiksi, perbuatan yang berulang-ulang, dan hal yang rutin. Perseverasi adalah kecenderungan suatu pengalaman mempengaruhi pengalaman berikutnya.
2. Otonomi fungsional propriate
3. Seperti minat yang dipelajari, nilai-nilai, sentimen, tujuan, motif-motif pokok, disposisi pribadi, gambaran diri dan gaya hidup.


Perkembangan kepribadian
Perkembangan Kepribadian dalam bukunya Sumadi Suryabrata;
Melihat teori otonomi fungsional itu nyatalah bahwa individu itu dari lahir mengalami perubahan-perubahan yang penting.
a. Kanak-kanak

Allport memandang neonatus semata-mata sebagai makhluk yang dilengkapi dengan keturunan-keturunan, dorongan-dorongan/ nafsu-nafsu dan refleks-refleks. Pada waktu lahir anak telah mempunyai potensi-potensi baik fisik maupun temperamen, yang aktualisasinya tergantung kepada perkembangan dan kematangan. Neonatus telah memiliki refleks-refleks tertentu (mengisap, menelan) serta melakukan gerakan-gerakan yang masih belum terdiferensiasikan, dimana hampir semua gerakan otot-otot itu ikut digerakkan.
Dalam masa ini anak merupakan makhluk yang punya tegangan-tegangan dan perasaan enak tak enak. Pada masa ini keterangan yang biologistis yang bersandar pada pentingnya hadiah atau hukum efek atau prinsip kesenangan adalah sangat cocok. Jadi dengan didorong oleh kebutuhan mengurangi ketidakenakan sampaiminimal dan mencari keenakan sampai maksimal anak itu berkembang. Pertumbuhan anak itu bagi Allport merupakan proses deferensiasi dan integrasi yang berlangsung terus-menerus. Allport menyimpulkan bahwa setidak-tidaknya pada bagian kedua tahun pertama anak telah menunjukkan dengan pasti sifat-sifat yang khas.
b. Transformasi kanak-kanak
Menurut Allport manusia itu adalah organisme yang pada waktu lahirnya adalah makhluk biologis lalu berubah/berkembang menjadi individu yang egonya selalu berkembang, struktur sifat-sifatnya meluas dan merupakan inti daripada tujuan-tujuan dan aspirasi masa depan. Teori Allport terdapat dua teori kepribadian yang satu ialah yang biologistis yang cocok untuk anak yang baru lahir dan yang lama (dengan perkembangan kesadaran) makin kurang memadai, dan pada masa ini harus diadakan reorientasi kalau-kalau kita menghendaki representasi individu yang makin memadai.
c. Orang Dewasa
Pada orang dewasa factor-faktor yang menentukan tingkah laku adalah sifat-sifat yang terorganisasikan dan selaras. Pada umumnya orang dapat lebih tahu akan apa yang akan/ hendak dikerjakan seseorang, kalau dia tahu rencana-rencana yang disadarinya daripada ingatan-ingatan yang tertentu.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Jelasdari bahasa otonomi fungsional bahwa ALLport berpendapat ada perubahan signifikan antara anak-anak dengan orang dewasa. Orang mungkin bisa mengatakan Allport menawarkan dua teori terpisah mengenai kepribadian. Orang dewasa yang masak dan sehat secara kualitatif berbeda dengan bayi;alasan tingkah laku orang dewasa berbeda total dengan alasan tingkah laku bayi.
PERKEMBANGAN MASA BAYI
Allport memandang bayi yang baru lahir sebagai makhluk hereditas, primitive drive, dan reflex bebavior. Bayi tidak mempunyai kepribadian. Bayi membawa potensi tertentu, seperti fisik dan tempramen, tatapi pemenuhan potensi ini menunggu pertumbuhan dan maturasi. Tingkahlaku bayi sebagian besar dapat dijelaskan sebagai kegiatan umum atau kumpulan respon-respon yang tidak jelas yang melibatkan semua sistem otot. Bayi dapat memberi respon spesifik dalam bentuk refleks, seperti mengisap dan menelan.
PERKEMBANGAN MASA DEWASA
Penentu tingkah laku dewasa yang masak adalah seperangkat sifat (trait) yang terorganisir dan seimbang, yang mengawali dan membimbing tingkah laku sesuai dengan prinsip otonomi fungsional. Bagaimana trait itu berkembang tidak prenting bagi Allport, karena dalam usia dewasa mereka memperoleh kekuatan motivnya dari sumber kekinian.

Kualitas kepribadian
Kualitas kepribadian dalam buku Sumadi Suryabrata
1. Extension of self
Yaitu bahwa hidupnya tidak harus terikat secara sempit kepada kegiatan-kegiatan yang erat hubungannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta kewajiban-kewajiban yang langsung. Suatu hal yang penting dari extension of self adalah proyeksi ke masa depan: merencanakan, mengharapkan (planning, hoping).
2. Self objectification
Ada dua komponen pokok dalam hal ini yakni:
a. Insight
Adalah kecakapan untuk mengerti dirinya.
b. Humor
Adalah kecakapan untuk mempertahankan hubungan positif dengan dirinya sendiri dan objek-objek yang disenangi serta menyadari adanya ketidakselarasan dalam hal ini.
3. Fiklsafat hidup
Individu harus mempunyai latar belakang yang mendasari segala sesuatu yang dikerjakannya, yang memberinya arti dan tujuan. Religi merupakan salah satu hal yang penting dalam hal ini..
KUALITAS KEPRIBADIAN YANG MASAK
Tidak semua orang dewasa mencapai maturitas sepenuhnya. Orang-orang yang mengalami gangguan melakukan perbuatan tanpa tahu mengapa perbuatan iyu dilakukan;tingkah laku mereka lebih dekat hubungannya dengan peristiwa anak-anak alih0alih peristiwa masa kini atau masa yang akan datang.Allport lebih tertarik dengan tingkahlaku normal alih-alih tingkahlaku neurolitik, dan mengusulkan beberapa penanda kualitas kemasakan kepribadian berikut:
1. Perluasan perasaan diri:Kemampuan untuk berpartisipasi dan menyenangi rentang aktivitas uang luas, kemampuan mengidentifikasikan diri dan interesnya terhadap orang lain dan interes orang lain kepadanya, kemampuan masuk ke masa depan, berhadap dan merencanakan.
2. Mengakrabkan diri dengan orang lain: kemampuan bersahabat dan kasih sayang , keintiman yang melibatkan hubungan cinta dengan keluarga dan teman, kasih sayang yang diekspresikan dalam menghormati dan menghargai hubungan dengan orang lain.
3. Keamanan emosional, penerimaan diri:Kemampuan menghindari aksi berlebihan terhadap masalah yang menyinggung dorongan spesifik.
4. Persepsi, keterampilan, tugas yang realitas:Kemampuan memandang orang, objek, dan situasi apa adanya, kemampuan dan minat menecahkan masalah, memiliki ketrampilan yang cukup untuk menyelesaikan tugas yang dipilihnya, dapat memenuhi kebutuhan ekonomi kehidupan tanpa rasa panik, rendah diri, atau tingkahlaku destruksi lainnya.
5. Objektifitas diri:insight dan humor:Kemampuan untuk memandang secara objektif diri sendiri dan orang lain.Orang membutuhkan insight-pemahaman yang mendalam mengenai riri sendiri dan orang lain.Orang juga memerlukan humor-menemukan sesuatu yang menyenangkan dan menertawakan di dunia, menghubungkan temuannya secara positif dengan dirinya sendiri dan orang lain pada saan yang sama melihat ketidak teraturan dan kekacauan pada dirinya dan orang lain.
6. Menyatukan filsafat hidup:Seharusnya ada latar belakang alur keseriusan yang lengkap yang memberi tujuan dan makna kepada apapun yang dilakukan orang. Agama adalah salah satu sumber terpenting dari filosofi semacam itu, walaupun bukan satu-satunya.
Category:

0 komentar:

Poskan Komentar